EPL GW4, Liverpool vs Fulham

Liverpool FC
Liverpool FC

Dua imbang di dua laga pertama bukan awal yang diharapkan siapapun dari Liverpool musim ini. Tapi dalam lima hari, Iraola menjawab dengan dua kemenangan beruntun — lawan Ipswich di Portman Road, lalu Atletico Madrid di Anfield.

Sebagai Liverpudlian, tentu ini hal yang menyenangkan untuk saya. Awal kebangkitan The Reds mulai terlihat.

Masalahnya: dari peluit akhir lawan Atletico sampai kickoff Sabtu ini, Liverpool hanya punya tiga hari untuk recover dan mempersiapkan diri menghadapi Fulham di Anfield. Apakah tren positif ini berlanjut — atau berhenti tepat di sini?

Apa yang berubah?

Liverpool membuka musim dengan 2-2 di Newcastle (23 Agustus) dan 2-2 lawan Nottingham Forest di Anfield (29 Agustus). Dua imbang, nol kemenangan, frustrasi yang mulai terasa. Iraola belum menemukan cara menutup laga ketika Liverpool unggul.

Lalu GW3 tiba. Ipswich 0-2 — Isak mencetak dua gol, Barcola debut dari bangku, Liverpool menang tanpa terlalu banyak drama. Bukan laga besar, tapi kemenangan pertama yang sudah lama ditunggu. Lima hari kemudian: Liverpool 2-1 Atletico Madrid di UCL Matchday 1. Llorente sempat membawa Atletico unggul, tapi Szoboszlai menyamakan sebelum turun minum, dan Mac Allister memutuskan pertandingan di menit ke-50 dengan tembakan kaki kiri dari luar kotak. Dua kemenangan. Lima hari. Lawan yang berbeda kelas.

Selain itu, kondisi fisik Barcola dan Kerkez dipastikan fit meski sempat kram lawan Atletico. Gomez berpotensi kembali setelah enam pekan absen. Gakpo satu-satunya yang masih 50-50 karena masalah adduktor. Walau tidak mencetak gol saat melawan Atletico, Isak tetap akan menjadi tumpuan karena dia top skor klub dengan 3 gol (2 diantaranya saat lawan Ipswitch). Sementara Szoboszlai yang telah mencetak 2 gol tetap akan menjadi motor lini tengah dan potensi menambah pundi-pundi golnya.

Melawan Fulham yang telah kebobolan 7 gol dari 3 laga dan hanya belum meraih poin sama sekali, Liverpool di atas kertas lebih unggul dan berpotensi menang.

Pertanyaan yang lebih menarik dari sekadar “akan menang atau tidak” adalah: apakah dua kemenangan ini cukup untuk menyimpulkan Liverpool sudah menemukan jati diri dan ritme permainannya?

Dengan jeda waktu hanya 3 hari dan masih cederanya Bradley, Chiesa, Ekitiké, dan Leoni tentu membuat Iraola harus berfikir keras mempersiapkan Liverpool melawan Fulham. Karena Arbeola punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan timnya dan hanya kehilangan dua pemain karena cedera lutut. Walau kebobolan 7 gol dan belum meraih kemenangan sama sekali, Fulham mampu mencetak 4 gol melalui 3 pemain mudanya — Josh King serta duo alumni Real Madrid Gonzalo García dan César Palacios.

Liverpool harus tetap berhati-hati jangan sampai Fulham justru bisa mencuri poin di Anfield nanti. Kalau itu terjadi bisa runyam nih karena ada Tottenham di Carabao Cup dan dan Bournemouth di GW5 yang telah menunggu.

2-1 untuk Liverpool?

This entry was posted in Soccer and tagged , , , by nuri. Bookmark the permalink.

About nuri

Hi, i am Nuri. Just another IT guy working on fintech and telco at Jakarta, Indonesia. While tech stuff became my daily breakfast, i also love to travel around the globe and taking photos also. I DJ on my spare time while dealing with any mess my 9 cats made at home :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *