Jeremy Jacquet, Bek 60 Juta Poundsterling

Nomor punggung 5 Liverpool musim ini ditinggalkan Ibrahima Konate yang hijrah ke Real Madrid. Penggantinya, sama-sama orang Perancis, adalah bek berumur 21 tahun bernama Jérémy Jacquet. Didatangkan dari Rennes, Jacquet (bersama dengan Ronald Araújo) diharapkan bisa memperkuat lini belakang yang musim kemarin kedodoran.

But there is a catch: riwayat cedera bahu.

Jérémy Jacquet lahir pada 13 Juli 2005 di Bondy — kota pinggiran Paris yang juga merupakan tempat Kylian Mbappé dibesarkan. Bukan kebetulan bahwa dua generasi berbeda dari kota yang sama menemukan jalan menuju puncak sepakbola Eropa; ada sesuatu di kultur kompetitif Bondy yang membentuk karakter keduanya.

Continue reading

Víctor Muñoz, Hungry and Versatile

Setelah gagal mencari pengganti Luis Diaz kemudian ditambah lagi Mohamed Salah yang cabut di akhir musim 2025-2026, Liverpool sadar betul kalau mereka punya PR besar buat memperkuat lini sayap. Kalau tidak, The Reds bisa babak-belur seperti musim 2025/2026 lalu.

Didatangkan dari Osasuna senilai kurang lebih £34,5 juta, Víctor Muñoz adalah rekrutan pertama Liverpool musim ini yang diproyeksikan untuk mengisi peran yang ditinggalkan 2 legenda klub tersebut terutama untuk jangka panjangnya. Seorang winger muda 22 tahun, bagian dari timnas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2026 lalu.

Víctor Muñoz Villanueva lahir pada 13 Juli 2003 di Barcelona. Seperti kebanyakan bocah berbakat di Catalonia, jalannya dimulai di La Masia — akademi keramat Barcelona yang melahirkan banyak bintang seperti Messi, Xavi, dan Iniesta. Dia bergabung saat usia 11 tahun dan menghabiskan tiga tahun di sana.

Continue reading

Ifeanyi Ndukwe, Perjalanan yang Masih Panjang

Image Source: https://liverpooloffside.sbnation.com/

Tur pra-musim Liverpool beberapa waktu lalu hasilnya menurut saya biasa-biasa saja. Namun ada satu pemain muda yang cukup menarik perhatian. Namanya Ifeanyi Ndukwe.

Ifeanyi Ndukwe adalah center back muda berasal dari Austria namun punya garis keturunan dari Nigeria. Seperti banyak pemain diaspora Afrika yang menemukan jalan mereka ke akademi Eropa, Ndukwe tumbuh dan berkembang jauh dari kampung halaman leluhurnya, akhirnya mendarat di FK Austria Wien, salah satu klub tertua dan paling bersejarah di Austria.

Continue reading

Era Baru Liverpool Berbasis AI Musim 2026/2027

Sepeninggal Jurgen Klopp, kami para Liverpudlian sempat menaruh asa pada diri Arne Slot Liverpool kembali menjadi kampiun Premier League 2024-2025 walo sebenarnya overall tampil kurang memuaskan. Di tahun kedua kepemimpinan Slot, performa tim berantakan. Kami gagal di semua kompetisi, jor-joran beli pemain mahal tapi malah tidak (atau mungkin belum) tepat guna untuk kebutuhan dan kondisi tim saat itu. Slot juga tidak bisa memberdayakan Mo Salah dengan tepat. Nampaknya memang tipikal pelatih-pelatih asal Belanda kalo di Liga Inggris ya?

Ingat Erik ten Hag? Bagaimana dia menyia-nyiakan Christiano Ronaldo, Sancho, McTominay, de Gea termasuk kecenderungan jor-joran buang duit beli pemain yang tidak tepat guna.

Warisan Skuad yang Mahal, tapi Belum Utuh

Musim panas lalu, Liverpool menghabiskan lebih dari £400 juta. Hasilnya? Alexander Isak dan Florian Wirtz datang dengan ekspektasi yang sangat tinggi, tapi keduanya belum benar-benar meledak. Bukan berarti mereka gagal total — tapi untuk angka sebesar itu, “cukup baik” bukan jawaban yang memuaskan Anfield.

Continue reading

Premier League 2026/27 Kick Off!!

Tidak terasa Agustus sudah memasuki minggu ke-3 dan English Premier League akan menjalani game week pertamanya besok (Waktu Indonesia Barat). Nah, apa nih yang tampaknya bakal menarik?

Arsenal, sang juara bertahan

Pertanyaan terbesar musim ini bukan “apakah Arsenal bisa kembali juara?” karena dalam sejarahnya The Gunners belum pernah back-to-back juara liga Inggris 2x berturut-turut. Tapi kita kesampingkan itu dulu, pertanyaan yang mau kita bahas adalah “dari mana ancaman terbesar datang?”

Arsenal membuka musim malam ini melawan Coventry City di Emirates — lawan yang secara teknis mudah, tapi secara psikologis penting. Tim juara yang memulai dengan kemenangan bersih di kandang menetapkan nada yang berbeda dari tim yang harus berjuang sejak pekan pertama. Mikel Arteta tahu betul pentingnya momentum awal.

Yang menarik adalah konteks di sekitar mereka. Tiga dari lima klub Big Six — Manchester City, Liverpool, dan Chelsea — masuk musim ini dengan manajer baru. Maresca menggantikan Pep Guardiola di City. Liverpool dan Chelsea juga berganti nahkoda. Ini bukan pergantian biasa: tiga proyek besar sedang dalam fase adaptasi secara bersamaan, dan fase adaptasi selalu penuh ketidakpastian.

Secara historis, musim pertama seorang manajer baru di klub besar Premier League jarang berakhir dengan gelar juara. Ferguson butuh tiga tahun di United. Klopp butuh dua tahun di Liverpool. Guardiola sendiri finis ketiga di musim pertamanya bersama City. Ini bukan hukum besi, tapi pola yang cukup konsisten untuk diperhatikan.

Artinya, Arsenal mungkin sedang dalam posisi yang lebih menguntungkan dari yang terlihat — bukan karena mereka lebih kuat dari musim lalu, tapi karena pesaing utama mereka sedang dalam proses menemukan identitas baru.

Continue reading

MCP Server Bisa Jadi Pintu Masuk Terbesar ke Sistem Perusahaan Kamu

Supaya AI agent bisa akses sistem perusahaan, dia butuh kredensial — semacam username dan password, atau yang lebih sering dipakai: API key.

MCP singkatan dari Model Context Protocol — adalah standar terbuka yang diperkenalkan Anthropic buat nyambungin AI agents ke tools dan sistem eksternal. Dengan MCP, AI nggak cuma bisa jawab pertanyaan — dia bisa beneran ngerjain sesuatu: narik data dari database, manggil API, bahkan menjalankan perintah di server perusahaan.

MCP Server adalah perantara yang nyimpen semua kredensial itu dan ngasihnya ke AI agent saat dibutuhkan. Simpel dan efisien. Tapi bayangkan kalau si MCP Server-nya nggak diamankan dengan benar — siapapun yang bisa akses server itu, bisa akses semua sistem yang kredensialnya ada di sana.

Continue reading

macOS Screen Sharing Exploit (CVE-2026-65400): Selamat, Mac Kamu Mungkin Lagi Nambang Kripto Buat Orang Lain

Ada fitur bawaan di Mac namanya Screen Sharing — fitur yang bikin kamu bisa lihat dan kontrol layar Mac dari jarak jauh. Berguna banget, memang. Tapi ternyata ada bug serius di sana yang dikasih kode CVE-2026-65400, dan bug itu udah dieksploitasi orang-orang jahat di seluruh dunia.

Screen Sharing itu Apaan sih, Emangnya Penting?

Oke, buat yang belum familiar: **Screen Sharing** itu kayak remote control, tapi buat komputer. Kamu bisa lihat layar Mac orang lain dan bahkan ngontrolnya — gerak mouse, klik, ketik — semuanya dari komputer yang berbeda.

Kegunaannya lumayan banyak:

  • Anak bantuin ortunya yang bingung pakai Mac dari rumah berbeda
  • Tim IT kantor bantu karyawan tanpa harus jalan ke mejanya
  • Kerja remote dan butuh akses ke komputer kantor

By default, fitur ini sebenernya mati. Tapi banyak orang atau tim IT yang nyalain buat kemudahan — dan di situ lah masalahnya mulai.

Continue reading