Premier League 2026/27 Kick Off!!

Tidak terasa Agustus sudah memasuki minggu ke-3 dan English Premier League akan menjalani game week pertamanya besok (Waktu Indonesia Barat). Nah, apa nih yang tampaknya bakal menarik?

Arsenal, sang juara bertahan

Pertanyaan terbesar musim ini bukan “apakah Arsenal bisa kembali juara?” karena dalam sejarahnya The Gunners belum pernah back-to-back juara liga Inggris 2x berturut-turut. Tapi kita kesampingkan itu dulu, pertanyaan yang mau kita bahas adalah “dari mana ancaman terbesar datang?”

Arsenal membuka musim malam ini melawan Coventry City di Emirates — lawan yang secara teknis mudah, tapi secara psikologis penting. Tim juara yang memulai dengan kemenangan bersih di kandang menetapkan nada yang berbeda dari tim yang harus berjuang sejak pekan pertama. Mikel Arteta tahu betul pentingnya momentum awal.

Yang menarik adalah konteks di sekitar mereka. Tiga dari lima klub Big Six — Manchester City, Liverpool, dan Chelsea — masuk musim ini dengan manajer baru. Maresca menggantikan Pep Guardiola di City. Liverpool dan Chelsea juga berganti nahkoda. Ini bukan pergantian biasa: tiga proyek besar sedang dalam fase adaptasi secara bersamaan, dan fase adaptasi selalu penuh ketidakpastian.

Secara historis, musim pertama seorang manajer baru di klub besar Premier League jarang berakhir dengan gelar juara. Ferguson butuh tiga tahun di United. Klopp butuh dua tahun di Liverpool. Guardiola sendiri finis ketiga di musim pertamanya bersama City. Ini bukan hukum besi, tapi pola yang cukup konsisten untuk diperhatikan.

Artinya, Arsenal mungkin sedang dalam posisi yang lebih menguntungkan dari yang terlihat — bukan karena mereka lebih kuat dari musim lalu, tapi karena pesaing utama mereka sedang dalam proses menemukan identitas baru.

Continue reading →

MCP Server Bisa Jadi Pintu Masuk Terbesar ke Sistem Perusahaan Kamu

Supaya AI agent bisa akses sistem perusahaan, dia butuh kredensial — semacam username dan password, atau yang lebih sering dipakai: API key.

MCP singkatan dari Model Context Protocol — adalah standar terbuka yang diperkenalkan Anthropic buat nyambungin AI agents ke tools dan sistem eksternal. Dengan MCP, AI nggak cuma bisa jawab pertanyaan — dia bisa beneran ngerjain sesuatu: narik data dari database, manggil API, bahkan menjalankan perintah di server perusahaan.

MCP Server adalah perantara yang nyimpen semua kredensial itu dan ngasihnya ke AI agent saat dibutuhkan. Simpel dan efisien. Tapi bayangkan kalau si MCP Server-nya nggak diamankan dengan benar — siapapun yang bisa akses server itu, bisa akses semua sistem yang kredensialnya ada di sana.

Continue reading →

macOS Screen Sharing Exploit (CVE-2026-65400): Selamat, Mac Kamu Mungkin Lagi Nambang Kripto Buat Orang Lain

Ada fitur bawaan di Mac namanya Screen Sharing — fitur yang bikin kamu bisa lihat dan kontrol layar Mac dari jarak jauh. Berguna banget, memang. Tapi ternyata ada bug serius di sana yang dikasih kode CVE-2026-65400, dan bug itu udah dieksploitasi orang-orang jahat di seluruh dunia.

Screen Sharing itu Apaan sih, Emangnya Penting?

Oke, buat yang belum familiar: **Screen Sharing** itu kayak remote control, tapi buat komputer. Kamu bisa lihat layar Mac orang lain dan bahkan ngontrolnya — gerak mouse, klik, ketik — semuanya dari komputer yang berbeda.

Kegunaannya lumayan banyak:

  • Anak bantuin ortunya yang bingung pakai Mac dari rumah berbeda
  • Tim IT kantor bantu karyawan tanpa harus jalan ke mejanya
  • Kerja remote dan butuh akses ke komputer kantor

By default, fitur ini sebenernya mati. Tapi banyak orang atau tim IT yang nyalain buat kemudahan — dan di situ lah masalahnya mulai.

Continue reading →

macOS ClickFix Attacks: Fake CAPTCHAs Stealing Your Crypto

Kalau kamu pakai Mac dan punya aset kripto, kamu harus lebih meningkatkan kewaspadaan. Ada serangan siber yang makin marak dan makin canggih — namanya ClickFix — yang menyasar pengguna macOS dengan menyamar sebagai verifikasi CAPTCHA biasa. Begitu kamu berinteraksi dengannya, malware bernama Atomic macOS Stealer (AMOS) langsung bekerja diam-diam dan bisa menguras seluruh isi dompet kripto kamu. Ini semua yang perlu kamu tahu.

Apa itu ClickFix?

ClickFix adalah teknik rekayasa sosial yang memanipulasi pengguna agar secara manual menjalankan perintah di sistem mereka sendiri. Teknik ini awalnya ditemukan menyerang pengguna Windows, tapi para peneliti keamanan sudah mengkonfirmasi bahwa ia kini telah diadaptasi untuk macOS — dan cukup efektif.

Continue reading →

macOS.Gaslight | Saat Malware Menargetkan AI Agent Analisnya, Bukan Sistemnya

macOS.Gaslight

“Gaslight is a warning signal: as AI enters security operations, attackers are starting to target the AI layer itself.”

Seperti quote di atas, Gaslight adalah sebuah malware di lingkuyang dibuat menggunakan bahasa Rust yang menyisipkan payload prompt injection yang dirancang untuk membingungkan dan menipu tool AI milik security analist agar membatalkan atau menolak analisis.Mengutip laporan dari SentinelOne Labs, Gaslight diduga kuat berasal dari group hacker yang berafiliasi dengan kelompok cyber crime Korea Utara.

Malware ini memiliki kemampuan unik: dia bukan hanya mencuri data, tapi juga mencoba menipu sistem AI yang digunakan analis malware agar menghentikan proses analisisnya itu sendiri. Dia akan membuat semacam embedded cascade system-failure messages palsu. Ini menjadi sinyal bahwa AI-assisted security pipeline mulai menjadi target baru cyber attack .

Gaslight menggunakan Telegram bot sebagai channel command-and-control (C2). Melalui mekanisme polling, attacker bisa memberikan perintah jarak jauh dan menerima hasil eksekusinya. Menurut analisa SentinelOne setidaknya ada 6 remote command yang digunakan malware ini, yaitu:

  • help, menampilkan pesan bantuan untuk semua command yang ada
  • id, untuk identifikasi target ke si attacker
  • shell, untuk eksekusi shell command via execvp
  • kill, untuk terminate target process berdasarkan PID
  • upload, untuk transfer file ke attacker via mekanisme “attach://” Telegram
  • stop, untuk menghentikan eksekusi malware di mesin target

Selain itu, malware ini juga memanfaatkan LaunchAgent macOS untuk menyamarkan dirinya supaya tidak mudah dikenali.

SentinelOne: Embedded LaunchAgent menggunakan label com.apple.system.services.activity
Continue reading →

OKF, standard baru dari Google

Google OKF
Google OKF

Bulan Juni 2026 ini Google baru saja merilis sebuah open standard baru yang disebut sebagai Open Knowledge Format (OKF). Singkatnya, OKF adalah standar terbuka untuk merapikan dokumen penting perusahaan supaya bisa langsung dibaca dan dipahami oleh AI.

Sejalan nih dengan keresahan saya terkait dokumentasi di lingkungan kerja saya hehehehe.

1. Satu Standard

Informasi penting (biasa kami sebut sebagai knowledge) kantor biasanya tersebar di banyak tempat—mulai dari wiki internal (ini juga kalo ada), shared folder, sharepoint, source code project internal, sampai knowledge yang malah ga tertulis karena mengandalkan ingatan orang-orang yang related dengan project/unit terkait saja. OKF menyatukan semuanya ke satu standar. Jadi, tim kita tidak perlu pusing menyusun ulang struktur data setiap kali mau membuat bot AI baru.

2. Format Sederhana

OKF tidak meminta kita belajar sistem baru yang rumit karena hanya mengandalkan tiga hal ini:

  • Markdown: Berupa teks biasa yang nyaman dibaca manusia, otomatis rapi di GitHub, dan mudah diindeks mesin pencari.
  • File Mentah: Formatnya berupa file biasa yang bebas disimpan di mana saja, seperti di folder komputer atau langsung di git repository berdampingan dengan kode aplikasi.
  • YAML Frontmatter: Bagian atas dokumen diberi sedikit area data terstruktur untuk menaruh info penting yang bisa dicari sistem, seperti judul, tipe, tag, dan stempel waktu (timestamp).

3. Dukungan penuh dari Google

Google sudah menyiapkan berbagai tools yang bisa langsung dipakai, seperti yang bisa kalian lihat sendiri di repo GitHub berikut ini.

Continue reading →

Kenapa Budapest

Photo by Ervin Lukacs on Unsplash

Saya baru 2x ke benua Eropa, semuanya banyak dihabiskan di Paris, Perancis (melipir dikit sih ke Frankfurt). Dan jika tidak ada halangan, tahun ini saya akan mengunjungi eropa kembali setelah satu dekade absen. Bisa ajah saya 😛

Tujuan saya kali ini adalah Budapest, Hungaria.

Terus terang, sebelumnya saya tidak begitu ada minat untuk mengunjungi Eropa Timur. Bahkan saat Rara memberitahu rencananya untuk mengikuti pelatihan di Urban Regeneration Institute di akhir 2024 lalu, saya tidak begitu antusias. Selain biayanya yang cukup mahal, saya ada keraguan dengan tingkat keamanan kota/negara di Eropa Timur. Dah keseringan ke Jepang nampaknya yang kita bisa merasa aman anywhere anytime selama di sana.

Tapi saat Rara sudah mulai DP biaya pelatihan, saya jadi berpikir ulang. Kebayang beberapa tahun lalu dia harus mengikuti pelatihan juga di Heidelberg, Jerman. Sebuah kota kecil yang harus ditempuh sekian jam naik kereta dari Frankfurt, harus seret-seret koper gede pula. Dan landscape Heidelberg sebenarnya kurang bersahabat untuk kondisi lutut bu dokter (padahal saya yang bantuin riset things to do di Heidelberg). Jadi kali ini saya ga tega membiarkan dia jalan sendiri ke Budapest.

Jadilah saya mulai berhitung jatah cuti yang ada serta probabilitas cuti hampir 2 minggu bakal diapprove atau malah direject Mas VP 😛 Seperti biasa, saya mulai bikin outline dan melakukan riset, Budapest itu seperti apa sih.

Continue reading →