Tim Cook Mundur Setelah 15 Tahun menjadi CEO — Apple Kini di Tangan Seorang Engineer

1 September 2026, selain diperingati sebagai Hari Polwan ke-78, hari ini juga akan ditandai sebagai salah satu hari penting di industri teknologi karena Tim Cook resmi mundur sebagai CEO Apple setelah 15 tahun menjabat posisi tersebut.

John Ternus, seorang engineer yang telah 25 tahun bersama Apple, akan meneruskan sebagai CEO Apple berikutnya. Tim Cook sendiri akan menjabat sebagai Executive Chairman.

Mari kita melihat kilas balik 15 tahun Apple di bawah kepemimpinan Tim Cook.

Waktu Tim Cook resmi jadi CEO pada Agustus 2011, Steve Jobs baru saja mengundurkan diri karena sakit. Dua bulan kemudian, Jobs meninggal. Cook memimpin Apple di tengah kepedihan — dan di bawah bayang-bayang raksasa yang baru saja pergi.

Waktu itu banyak yang skeptis. “Apple tanpa Jobs itu kayak Coca-Cola tanpa formula rahasianya,” kira-kira begitu sentimen yang beredar.

Continue reading

Jeremy Jacquet, Bek 60 Juta Poundsterling

Nomor punggung 5 Liverpool musim ini ditinggalkan Ibrahima Konate yang hijrah ke Real Madrid. Penggantinya, sama-sama orang Perancis, adalah bek berumur 21 tahun bernama Jérémy Jacquet. Didatangkan dari Rennes, Jacquet (bersama dengan Ronald Araújo) diharapkan bisa memperkuat lini belakang yang musim kemarin kedodoran.

But there is a catch: riwayat cedera bahu.

Jérémy Jacquet lahir pada 13 Juli 2005 di Bondy — kota pinggiran Paris yang juga merupakan tempat Kylian Mbappé dibesarkan. Bukan kebetulan bahwa dua generasi berbeda dari kota yang sama menemukan jalan menuju puncak sepakbola Eropa; ada sesuatu di kultur kompetitif Bondy yang membentuk karakter keduanya.

Continue reading

Era Baru Liverpool Berbasis AI Musim 2026/2027

Sepeninggal Jurgen Klopp, kami para Liverpudlian sempat menaruh asa pada diri Arne Slot Liverpool kembali menjadi kampiun Premier League 2024-2025 walo sebenarnya overall tampil kurang memuaskan. Di tahun kedua kepemimpinan Slot, performa tim berantakan. Kami gagal di semua kompetisi, jor-joran beli pemain mahal tapi malah tidak (atau mungkin belum) tepat guna untuk kebutuhan dan kondisi tim saat itu. Slot juga tidak bisa memberdayakan Mo Salah dengan tepat. Nampaknya memang tipikal pelatih-pelatih asal Belanda kalo di Liga Inggris ya?

Ingat Erik ten Hag? Bagaimana dia menyia-nyiakan Christiano Ronaldo, Sancho, McTominay, de Gea termasuk kecenderungan jor-joran buang duit beli pemain yang tidak tepat guna.

Warisan Skuad yang Mahal, tapi Belum Utuh

Musim panas lalu, Liverpool menghabiskan lebih dari £400 juta. Hasilnya? Alexander Isak dan Florian Wirtz datang dengan ekspektasi yang sangat tinggi, tapi keduanya belum benar-benar meledak. Bukan berarti mereka gagal total — tapi untuk angka sebesar itu, “cukup baik” bukan jawaban yang memuaskan Anfield.

Continue reading

Premier League 2026/27 Kick Off!!

Tidak terasa Agustus sudah memasuki minggu ke-3 dan English Premier League akan menjalani game week pertamanya besok (Waktu Indonesia Barat). Nah, apa nih yang tampaknya bakal menarik?

Arsenal, sang juara bertahan

Pertanyaan terbesar musim ini bukan “apakah Arsenal bisa kembali juara?” karena dalam sejarahnya The Gunners belum pernah back-to-back juara liga Inggris 2x berturut-turut. Tapi kita kesampingkan itu dulu, pertanyaan yang mau kita bahas adalah “dari mana ancaman terbesar datang?”

Arsenal membuka musim malam ini melawan Coventry City di Emirates — lawan yang secara teknis mudah, tapi secara psikologis penting. Tim juara yang memulai dengan kemenangan bersih di kandang menetapkan nada yang berbeda dari tim yang harus berjuang sejak pekan pertama. Mikel Arteta tahu betul pentingnya momentum awal.

Yang menarik adalah konteks di sekitar mereka. Tiga dari lima klub Big Six — Manchester City, Liverpool, dan Chelsea — masuk musim ini dengan manajer baru. Maresca menggantikan Pep Guardiola di City. Liverpool dan Chelsea juga berganti nahkoda. Ini bukan pergantian biasa: tiga proyek besar sedang dalam fase adaptasi secara bersamaan, dan fase adaptasi selalu penuh ketidakpastian.

Secara historis, musim pertama seorang manajer baru di klub besar Premier League jarang berakhir dengan gelar juara. Ferguson butuh tiga tahun di United. Klopp butuh dua tahun di Liverpool. Guardiola sendiri finis ketiga di musim pertamanya bersama City. Ini bukan hukum besi, tapi pola yang cukup konsisten untuk diperhatikan.

Artinya, Arsenal mungkin sedang dalam posisi yang lebih menguntungkan dari yang terlihat — bukan karena mereka lebih kuat dari musim lalu, tapi karena pesaing utama mereka sedang dalam proses menemukan identitas baru.

Continue reading

MCP Server Bisa Jadi Pintu Masuk Terbesar ke Sistem Perusahaan Kamu

Supaya AI agent bisa akses sistem perusahaan, dia butuh kredensial — semacam username dan password, atau yang lebih sering dipakai: API key.

MCP singkatan dari Model Context Protocol — adalah standar terbuka yang diperkenalkan Anthropic buat nyambungin AI agents ke tools dan sistem eksternal. Dengan MCP, AI nggak cuma bisa jawab pertanyaan — dia bisa beneran ngerjain sesuatu: narik data dari database, manggil API, bahkan menjalankan perintah di server perusahaan.

MCP Server adalah perantara yang nyimpen semua kredensial itu dan ngasihnya ke AI agent saat dibutuhkan. Simpel dan efisien. Tapi bayangkan kalau si MCP Server-nya nggak diamankan dengan benar — siapapun yang bisa akses server itu, bisa akses semua sistem yang kredensialnya ada di sana.

Continue reading

Kenapa asciinema

Buat para software developer dan DevOps engineer di lingkungan Unix/Linux, pakai terminal itu udah kayak makanan sehari-hari. Entah itu buat deploy aplikasi, troubleshooting, atau jalanin tes, berbagai aktivitas lainnya. Nah, mendokumentasikan aktivitas-aktivitas tersebut bisa menjadi hal yang sangat berharga. Dokumentasi tersebut bisa sangat membantu saat nanti butuh debugging, share ilmu ke anggota tim yang lain hingga jadi evidence/bukti untuk comply dengan aturan kerja yang ada.

Cara merekam sesi terminal dengan asciinema

Tools screen recording yang ada saat ini kebanyakan kurang oke buat ngerekam interaksi di terminal secara efisien. Bayangin mesti bikin screen recording pake QuickTime, VLC, ScreenRec atau GNOME screen record. Atau OBS?

Output file videonya bakal gede-gede, nggak bisa dicari teksnya, dan sering butuh bandwidth gede buat di-share. Belum lagi kalau kita butuh proses perekaman ini terintegrasi dengan CI/CD pipeline.

Di sinilah asciinema mengambil peran.

Continue reading

Kenapa fastfetch?

Hari ini hari ke-26 bulan Ramadhan tahun 2025. Sambil menunggu sahur, saya eksekusi rencana untuk upgrade operating system laptop dari MacOS 14 Sonoma ke MacOS 15 Sequoia. Fresh install.

Tralala yada yada, setelah hampir 2 jam akhirnya proses instalasi selesai termasuk tweaking, O/S update beserta instalasi beberapa aplikasi & tools basic untuk kebutuhan saya sehari-hari.

Salah satu tools yang pasti saya install adalah neofetch. Sebuah tools, text-base, yang akan menampilkan informasi mengenai sistem kamu (O/S + hardware dan penggunaanya) dengan format tampilan yang keren di terminal window.

source: https://github.com/dylanaraps/neofetch

Keren kan? Sayangnya neofetch ini sudah tidak diteruskan lagi pengembangannya per 26 April 2024 lalu. Repo github-nya pun sudah diarsip dengan update terakhir di tahun 2020.

Di homebrew MacOs pun paketnya sudah dinyatakan deprecated dan akan dimatikan per 4 Mei 2025 nanti.

Screenshot

Nah, ada banyak tools alternatif pengganti neofetch dan pilihan saya adalah fastfetch. Dia punya kemampuan lebih dibandingkan neofetch. Lebih faster (ciye, ala anak jaksel), lebih banyak fitur, support Wayland (Neofetch technically nggak. Kebetulan saya ada Linux & FreeBSD box yang pakai Wayland), dan yang penting projectnya masih aktif diurusin.

Continue reading