Era Baru Liverpool Berbasis AI Musim 2026/2027

Sepeninggal Jurgen Klopp, kami para Liverpudlian sempat menaruh asa pada diri Arne Slot Liverpool kembali menjadi kampiun Premier League 2024-2025 walo sebenarnya overall tampil kurang memuaskan. Di tahun kedua kepemimpinan Slot, performa tim berantakan. Kami gagal di semua kompetisi, jor-joran beli pemain mahal tapi malah tidak (atau mungkin belum) tepat guna untuk kebutuhan dan kondisi tim saat itu. Slot juga tidak bisa memberdayakan Mo Salah dengan tepat. Nampaknya memang tipikal pelatih-pelatih asal Belanda kalo di Liga Inggris ya?

Ingat Erik ten Hag? Bagaimana dia menyia-nyiakan Christiano Ronaldo, Sancho, McTominay, de Gea termasuk kecenderungan jor-joran buang duit beli pemain yang tidak tepat guna.

Warisan Skuad yang Mahal, tapi Belum Utuh

Musim panas lalu, Liverpool menghabiskan lebih dari £400 juta. Hasilnya? Alexander Isak dan Florian Wirtz datang dengan ekspektasi yang sangat tinggi, tapi keduanya belum benar-benar meledak. Bukan berarti mereka gagal total — tapi untuk angka sebesar itu, “cukup baik” bukan jawaban yang memuaskan Anfield.

Musim panas ini, Liverpool bergerak lebih tenang tapi tetap terarah. Kepergian terbesar — dan yang paling terasa secara emosional — adalah Mohamed Salah. Habis kontrak setelah 257 gol dan 442 penampilan, Salah pergi sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah ada di Premier League. Menggantinya bukan soal mencari pemain dengan kemampuan yang sama, tapi soal mengisi kekosongan identitas yang selama hampir satu dekade menjadi miliknya.

Di lini belakang, kepergian Ibrahima Konate ke Real Madrid dan Andy Robertson membuat Liverpool perlu mengisi posisi yang cukup kritis. Respons mereka cukup menarik: Jeremy Jacquet datang dari Rennes seharga £60 juta sebagai calon penerus jangka panjang Van Dijk di bek tengah, sementara Ronald Araujo dipinjam dari Barcelona dengan opsi beli sekitar €55 juta musim depan.

Dengan formasi ini, Liverpool sekarang punya kedalaman yang menarik di tengah dan depan — Wirtz, Isak, ditambah profil-profil lain yang bisa melengkapi. Tapi saya masih skeptis besar dengan lini belakangnya.

Kemudian siapa yang akan mengambil peran Salah di sisi kanan, tidak hanya sebagai mesin gol tapi juga pemain yang bisa take over the game ketika tim butuh seseorang untuk tampil berbeda?

Yang bikin rumit keadaan tim saat ini adalah daftar pemain cedera yang tidak sedikit. 

  • Conor Bradley masih dalam pemulihan pasca operasi lutut sejak Januari — absen yang cukup lama dan terasa di posisi bek kanan. 
  • Hugo Ekitike ruptur Achilles tendon di bulan April, juga absen jangka panjang. 
  • Giovanni Leoni, bek muda yang robek ACL saat debut musim lalu, sudah mulai latihan parsial dan paling dekat dengan comeback.
  • Joe Gomez dipastikan absen karena masalah otot yang dialami saat pra-musim. Di tengah minimnya opsi bek kanan akibat cedera Bradley, Iraola harus memilih solusi yang mungkin belum ideal untuk laga tandang pertama yang bukan laga mudah.

Selain itu, Liverpool juga kehilangan Curtis Jones yang pindah ke Inter Milan — deal €35 juta yang baru disepakati, dengan Jones sudah terbang ke Milan untuk medical check. Kepindahan ini mengakhiri asosiasi 16 tahunnya dengan klub sejak usia sembilan tahun.

“Liverpool tanpa akamsi di musim ini”, kata Decy

Kehilangan yang tidak besar secara nama, tapi dari sisi kedalaman skuad di lini tengah yang gak bagus-bagus amat, timing-nya kurang ideal. Iraola mewarisi skuad yang komposisinya belum utuh bahkan sebelum musim dimulai.

Tandang ke St. James’ Park — Ujian Pertama yang Tidak Mudah

Laga pembuka liga minggu ini kita akan bertandang ke St. James’ Park markas Newcastle United, Minggu 23 Agustus — salah satu stadion dengan atmosfer paling intens di Inggris.

Newcastle musim ini seperti dipretelin dengan kehilangan tiga pemain utama mereka sekaligus dalam satu jendela transfer: Bruno Guimarães ke Arsenal, Sandro Tonali ke Tottenham, dan Anthony Gordon ke Barcelona. Newcastle juga menunjuk manajer baru, Matthias Jaissle, yang belum pernah sekalipun mengelola klub di Premier League.

Artinya, dua tim yang bertemu Minggu ini sama-sama memulai babak baru. Dua manajer baru, dua skuad yang sedang mencari bentuk.

Pertempuran sengit nampaknya akan terjadi di lini tengah. Liverpool di bawah Iraola akan bermain dengan pressing tinggi dan tempo vertikal yang cepat — filosofi yang sebenarnya cukup dekat dengan gaya Klopp, hanya dengan pendekatan yang lebih terstruktur secara posisional. Newcastle, yang kehilangan Bruno dan Tonali sebagai gelandang kelas atas, akan sangat kesulitan membangun permainan dari bawah di bawah tekanan seperti itu.

Wirtz vs gelandang bertahan Newcastle yang baru. Wirtz paling berbahaya ketika dia punya kebebasan bergerak di ruang sempit di antara lini — persis ruang yang akan terbuka lebar kalau Liverpool berhasil memaksa Newcastle bermain reaktif. Kalau Wirtz tampil di level terbaiknya pada laga ini, Newcastle tidak punya jawaban yang jelas.

Pemain yang paling menarik untuk diikuti di laga ini:

  • Alexander Isak adalah subplot terbesar. Musim lalu dia masih memakai jersey Newcastle — bahkan mencetak gol kemenangan untuk Newcastle melawan Liverpool di final EFL Cup 2025. Sekarang dia kembali ke St. James’ Park sebagai striker Liverpool. Kepindahannya waktu itupun juga tidak diwarnai dengan suasana yang manis.

    Nampaknya ini bakal jadi laga emosional buat The Toon Armny dibandingkan Isak. Apakah dia akan lebih banyak cemoohan atau malah standing ovation jika bisa membobol gawang Newcastle dan memenangkan Liverpool? We’ll see.

  • Di sisi Newcastle, Aladji Bamba adalah pemain yang paling berat bebannya. Gelandang bertahan 20 tahun dari Monaco ini harus mengisi ruang yang ditinggalkan Bruno Guimarães — salah satu gelandang terbaik di Premier League musim lalu. Bamba belum pernah sekalipun bermain di liga Inggris. Debut PL-nya langsung melawan pressing Iraola dan Wirtz yang bergerak di antara lini adalah ujian yang tidak bisa lebih berat dari ini.
  • Bazoumana Touré, winger 20 tahun asal Pantai Gading yang datang seharga £43 juta dari Hoffenheim, adalah kartu Newcastle untuk mengancam balik. Kalau Liverpool terlalu agresif menyerang, Touré bisa menjadi senjata di ruang yang ditinggalkan.
  • Dan satu nama lagi yang menarik untuk dipantau dari bangku cadangan: Sean Steur, playmaker 18 tahun dari Ajax — salah satu debut termuda yang mungkin kita lihat di Premier League musim ini jika Jaissle memutuskan menurunkannya.

Satu catatan lain: Liverpool tidak kalah dalam 19 pertandingan Premier League terakhir melawan Newcastle. Tapi rekam jejak itu dibangun oleh tim yang berbeda, dengan manajer yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *