Nomor punggung 5 Liverpool musim ini ditinggalkan Ibrahima Konate yang hijrah ke Real Madrid. Penggantinya, sama-sama orang Perancis, adalah bek berumur 21 tahun bernama Jérémy Jacquet. Didatangkan dari Rennes, Jacquet (bersama dengan Ronald Araújo) diharapkan bisa memperkuat lini belakang yang musim kemarin kedodoran.
But there is a catch: riwayat cedera bahu.
Jérémy Jacquet lahir pada 13 Juli 2005 di Bondy — kota pinggiran Paris yang juga merupakan tempat Kylian Mbappé dibesarkan. Bukan kebetulan bahwa dua generasi berbeda dari kota yang sama menemukan jalan menuju puncak sepakbola Eropa; ada sesuatu di kultur kompetitif Bondy yang membentuk karakter keduanya.
Jacquet beranjak dari akademi Joinville sebelum bergabung dengan Stade Rennais pada usia 14 tahun, tahun 2019. Rennes bukan akademi terbesar Prancis dalam hal nama — tapi mereka punya rekam jejak yang konsisten dalam memproduksi bek tengah bermutu tinggi, dan Jacquet menjadi salah satu produk paling menjanjikan yang pernah mereka lahirkan.
Di tinggi 188 cm, Jacquet bukan bek yang bergantung pada postur semata. Dia adalah tipe yang agresif — nyaman keluar dari area penalti untuk menghentikan ancaman sebelum mencapai kotak, kuat di udara, dan — yang jarang dimiliki bek seusianya — tenang dalam situasi satu lawan satu di ruang terbuka. Gaya bermainnya dibandingkan oleh beberapa analis dengan skema defensive Chelsea: memotong jalur bola, bukan sekadar mengikuti pergerakan.
Karier profesional Jacquet tidak dimulai dengan mulus. Debut resminya untuk Rennes terjadi pada 13 Januari 2024 — masuk sebagai pengganti di menit ke-86 dalam posisi sudah menang 2-0 atas Nice. Momen kecil, tapi pintu yang akhirnya terbuka.
Beberapa minggu kemudian, Rennes memutuskan bahwa jalan terbaik bagi perkembangannya adalah menit bermain reguler, bukan bangku cadangan di Ligue 1. Jacquet dipinjamkan ke Clermont Foot untuk sisa musim — dan dia memanfaatkannya. Pinjaman diperpanjang untuk musim 2024-25, kali ini di Ligue 2 setelah Clermont terdegradasi.
Di sinilah karakter Jacquet mulai terbentuk. Bermain di Ligue 2 mungkin terdengar seperti langkah mundur bagi prospek semahal dia, tapi kenyataannya berbeda: Ligue 2 adalah liga fisik dan langsung, penuh dengan striker pengalaman yang tahu cara menyiksa bek muda. Jacquet bertahan, berkembang, dan Rennes memutuskan untuk menariknya kembali lebih awal dari jadwal dengan menebus kontraknya senilai £780.000 — sinyal jelas bahwa mereka melihatnya sudah siap.
Musim 2025-26 menjadi pembuktian: 21 penampilan di Ligue 1 sebelum semuanya terhenti akibat cedera bahu di bulan Februari 2026. Total kariernya: 33 penampilan untuk Rennes, 24 selama masa pinjaman di Clermont.
Sebelum pindah ke Liverpool, Jacquet sudah membangun reputasi di level internasional untuk U19 dan U21. Dia tampil menonjol dalam Kejuaraan Eropa U19 2024, di mana Prancis melaju hingga final dan Jacquet dinobatkan dalam Tim Terbaik Turnamen — penghargaan yang berbicara lebih dari sekadar statistik.
Debutnya untuk Prancis U21 terjadi pada Maret 2025 dalam laga melawan Inggris. Langkah-langkah kecil yang menunjukkan trajektori yang jelas: bek yang tidak hanya bagus di liga domestik, tapi diakui oleh sistem pengembangan sepakbola Prancis yang selektif dan kompetitif.
Transfer £60 Juta ke Liverpool
Kesepakatan pertama antara Liverpool dan Rennes tercapai pada Februari 2026 — ironisnya, nyaris bersamaan dengan cedera bahu yang menghentikan musim Jacquet. Liverpool tidak bergerak mundur. Mereka melihat cukup jauh ke depan untuk tahu bahwa cedera itu tidak mengubah gambar besar.
Jacquet resmi bergabung Liverpool pada 1 Juli 2026 dengan biaya awal £55 juta dan potensi add-ons hingga £5 juta — total hingga £60 juta untuk bek 20 tahun tanpa satu menit pun di Premier League. Kontrak lima tahun ditandatangani.
Itu adalah taruhan besar. Tapi konteksnya penting: pasar transfer untuk bek tengah muda berkualitas tinggi sudah lama melampaui batas yang terasa masuk akal, dan Liverpool memilih untuk tidak menunggu harga naik lagi. Dalam logika ekonomi transfer modern, £60 juta sekarang bisa jadi sangat murah dua atau tiga tahun ke depan jika Jacquet berkembang sesuai proyeksi.
Setelah bergabung pada 1 Juli, dia memulai pra-musim dengan baik — cukup baik, menurut laporan dari sesi latihan di Kirkby. Tapi kemudian muncul rasa tidak nyaman yang membuat staf medis memilih jalur konservatif. Berbeda dari cedera bahu yang mengakhiri musimnya di Rennes, kali ini lebih kepada ketidaknyamanan yang perlu dikelola secara hati-hati agar tidak berkembang menjadi masalah lebih serius.
Hasilnya: Jacquet absen di seluruh laga pra-musim Liverpool — termasuk laga melawan Monaco yang menjadi panggung gemilang Ndukwe. Debut resminya akhirnya tiba di laga pra-musim terakhir melawan Como, setelah Iraola mengkonfirmasi bahwa dia sudah siap kembali berlatih bersama skuad penuh. Sinyal bahwa cedera sudah tertangani, dan musim kompetitif bisa dijalankan.
Dengan stok bek tengah yang hanya berisi Van Dijk, Araujo, Gomez (finger cross), posisi Jacquet menjadi krusial tapi juga dilematis dengan riwayat cedera bahu dan rasa “tidak nyaman”-nya tadi selama pra-musim untuk menghadapi musim 2026-2027 ini. Jika dia bisa melewati tahun pertama tanpa hambatan cedera dan bisa tampil di sekitar 25-30 pertandingan, kita bisa tenang karena calon penerus Van Dijk beneran sudah datang.