Taken from Wisma Mulia Building, 52nd floor
The photo below was taken from 20th floor  of  Wisma Mulia Building. It’s 2pm and there is already an awful traffic jam, on the toll road.
Per tanggal 9 Desember 2010 kemarin, Telkomsel menggelar promo akhir tahun buat para pengguna prepaid simPATI. Promo menjelang Natal dan akhir tahun 2010 bertajuk  Bonus Akhir Tahun Double Talkmania, yakni bonus SMS dan bonus nelpon, sepanjang hari untuk pengguna simPATI.
Adapun skema promo/bonusnya kurang lebih seperti di bawah ini:
| Double Bonus Talkmania Siang | ||
|---|---|---|
| Wilayah | Jawa, Bali, Nusa Tenggara | Sumatera, Kalimantan, Sulawesi |
| Pendaftaran | 01.00 s.d. 17.30 waktu setempat | 01.00 s.d. 17.30 waktu setempat |
| Biaya | Rp 2.000 | Rp 2.000 |
| Bonus | 100 menit ke sesama Telkomsel 50 SMS ke semua operator |
100 menit ke sesama Telkomsel 100 SMS ke semua operator |
| Pemakaian Bonus | 01.00 s.d. 18.00 waktu setempat | 01.00 s.d. 18.00 waktu setempat |
| Cara daftar | Kirim SMS, ketik TM(spasi)ON, kirim ke 8999 atau Hubungi *999*99# |
|
| Double Bonus Talkmania Malam | ||
|---|---|---|
| Wilayah | Jawa, Bali, Nusa Tenggara | Sumatera, Kalimantan, Sulawesi |
| Pendaftaran | 18.00 s.d. 23.30 waktu setempat | 18.00 s.d. 23.30 waktu setempat |
| Biaya | Rp 2.500 | Rp 2.500 |
| Bonus | 50 menit ke sesama Telkomsel 50 SMS ke semua operator |
100 menit ke sesama Telkomsel 100 SMS ke semua operator |
| Pemakaian Bonus | 18.00 s.d. 24.00 waktu setempat | 18.00 s.d. 24.00 waktu setempat |
| Cara daftar | Kirim SMS, ketik TM(spasi)ON2, kirim ke 8999 atau Hubungi *999*90# |
|
Untuk mengecek status aktivasi Talkmania, saldo durasi dalam satu hari penggunaannya, maupun bonus lain, pelanggan dapat mengakses menu *889# langsung dari ponselnya. Dengan mengakses *887#, pelanggan juga dapat melakukan pengecekan transaksi terakhir, termasuk yang menggunakan pulsa Talkmania.
Kenyamanan dan kelancaran komunikasi pelanggan dalam memanfaatkan Bonus Akhir Tahun Double Talkmania didukung oleh jaringan terluas berkualitas melalui lebih dari 36.000 Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar hingga pelosok Indonesia.
Nah jadi tunggu apalagi. Buat kalian para pengguna prepaid simPATI dari Telkomsel, saatnya menikmati bonus akhir tahun ini tuh 🙂
sumber: Corporate Communication Telkomsel
Pagi di Stasiun Sudimara – Jombang, Tangerang Selatan.
Selain para komuter yang antri untuk naik kereta (entah itu KRL ataupun KRD), banyak aktivitas niaga yang dapat kita saksikan. Contohnya adalah seorang ibu yang sedang bertransaksi membeli hiasan rambut seperti pada foto di atas.
Pada foto di bawah ada pedagang makanan ringan, jajanan pasar. Tapi sepertinya beliau sedang sangat serius menyimak berita koran.
Sebenarnya ada pengamen juga (kebanyakan adalah bapak-bapak tuna netra). Dulu ada satu grup pengamen di sudimara yang anggotanya bapak-bapak tuna netra juga, mainnya keren. Sayang sudah tidak pernah kelihatan lagi beberapa bulan ini. Adanya yang solo guitar saja 🙂
Kalau di Pondok Ranji suka ada grup pengamen anak-anak muda yang suka main di peron. Biasanya mereka “manggung” di KRL ekonomi (bukan ciujung yah). Maennya juga ciamik dengan lagu-lagu 80 dan 90an
Ini potopost tanggal 9 dari project #PhotoDec -ku 🙂 Motretnya masih pakai iPhone.
Hingga saat ini, Indonesia (dalam hal ini Jakarta dan kota-kota komuter sekitarnya) masih memiliki masalah besar dalam transportasi masalnya.
Bisa dilihat dari foto di atas.
Mungkin karena tidak mau membeli tiket (kebanyakan) mereka rela “mempertaruhkan” nyawa dengan memilih duduk di atap gerbong kereta api. Kenapa saya sebut mempertaruhkan nyawa? Yah karena itu sangat berbahaya, selain karena momentum gerakan gereta yang bisa bikin kamu terlempar/terpeleset dari sana, jaringan listrik tegangan tinggi untuk KRL siap memanggang manusia yang bersentuhan dengannya.
Sungguh tragis memang.
Sementara yang memilih untuk di dalam gerbong nasibnya kurang lebih sama. SANGAT TIDAK NYAMAN. Terjepit, tergencet sana sini. Kereta ini tanpa pendingin ruangan, kapasitas penumpangnya … well sekian kali lipat melebihi kapasitas. Kalo sudah overcapacity seperti ini maka tingkat keselamatan = 0. (Jangan harap ada kenyamanan). Dan kembali, angkutan masal di Jakarta ini selalu saja overcapacity penumpangnya.
Samping jendela seperti pada foto di atas semestinya ada kursi. Tapi sepertinya kursi tersebut telah dibuang entah ke mana sehingga ibu tersebut terpaksa terjepit menghadap jendela. Paling tidak dia tidak kehabisan udara karena sumpeknya isi gerbong (yang isinya bukan cuman manusia, mulai dari daun pisang sampe karung isi daging ayam juga ada)
Kalau kebetulan anda naik kereta ga beradab ini, tujuan dekat dan anda masuk terlalu dalam ke bagian tengah gerbong, maka anda sedang bernasib sangat sial. Keluar dari gerbong sama susahnya dengan masuk ke dalam gerbong itu sendiri.
Trust me.
Angkutan masal tidak memadai, jumlah penumpang sekian puluh kali lipat dibanding ketersediaan armada.
Tidak meratanya penyebaran sentra ekonomi, dilengkapi dengan aparat dan pejabat yang tidak kompeten. Lengkap sudah penderitaan rakyat kecil yang juga pembayar pajak negara ini.
Sekedar mengingatkan, pada Oktober 1987 terjadi sebuah peristiwa memilukan yang disebut sebagai Tragedi Bintaro. Kejadiannya dekat dengan Stasiun Sudimara ini. Saat itu 17 Oktober 1987 pagi, jam orang-orang berangkat bekerja, kereta jalur ini bertabrakan dengan kereta Tanah Abang – Merak (cwiiw). Kurang lebih 156 orang meninggal, dan sekian ratus lainnya luka-luka. Jika dilihat dari kondisi n isi gerbongnya … no wonder.
Ini adalah photo hari ke-8 Desember 2010.
Foto di atas bukan kereta listrik (KRL), tapi kereta “biasa” (diesel) jalur Rangkas – Tanah Abang yang sedang menurunkan dan menaikkan penumpang di Stasiun Sudimara, Tangerang Selatan. Taken with iPhone4 + instagram (gratis lho).
Ga ada topik khusus, apa saja yang menarik perhatian di depan mata ya saya jepret. iPhone sangat membantu saya dalam hal ini, dan sekarang ketambahan Lumix LX-5 🙂
Today I supposed to be go to Kota Tua for taking photos. But again, weather is not good. Morning rain made me feel so lazy to get out of the bed 😛
But in the afternoon I spent time with friends from Blogger Family community. Eating durian (well i ate the birthday cake only actually) for celebrating Blogfam’s 7th Birthday.
After that went to Pondok Indah Mal, had dinner with Rara and watching Tangled (Rapunzel). Nice movie.
Sunday sunday sunday. It’s day #5 of my PhotoDec2010 project.
There’s no sun (almost) during the day. Cloudy and part of South Jakarta was raining. Didnt have plan where to spend this sunday afternoon, so i just went to Kota Tua (Jakarta Old City Area) with Rara. She’s never been there (at noon) before, so i guest it’s best for us to look around and came back on another day for taking pictures.
Weather was not good, looks like there was rain couple hours before and still drizzle falling. Cant take many photos, just sight seeing around Fatahillah Square.
These are some pictures taken with my iPhone4
Later on we’re having dinner and  watch Narnia: The Voyage of the Dawn Treader at Gandaria City. First time here for both of us 🙂 Cellphone reception here is bad.