About nuri

Hi, i am Nuri. Just another IT guy working on fintech and telco at Jakarta, Indonesia. While tech stuff became my daily breakfast, i also love to travel around the globe and taking photos also. I DJ on my spare time while dealing with any mess my 9 cats made at home :)

Allaahu Akbar

Pernahkan kamu merasakan mukjizat Alloh SWT secara langsung ? Mukjizat Alloh ada di mana-mana, baik kita sadari ataupun nggak. Dan bagi kita yang merasakannya langsung dan menyadarinya, sungguh hal tersebut susah diungkapkan dengan kata-kata.

Sepanjang 2 minggu kemarin, saya bersama dengan 6 orang rekan dikirim perusahaan ke Kuala Lumpur untuk training. Berangkat hari Minggu tanggal 4 Agustus 2005. Nice flight with Malaysia Airlines. Cuaca KL cukup cerah namun terasa lebih panas daripada Jakarta. Hari Senin musibah itu datang…

Kabut asap mulai menyelimuti KL dan beberapa wilayah Malaysia. Selain jarak pandang yang kian menipis karena tebalnya kabut asap, masalah kesehatan terutama pernafasan menjadi makin kritis. Dan tiap hari keadaan makin memburuk. Tingkat API (bukan Audisi Pelawak tpI, tapi Air Pollutant Index) di KL dan beberapa kota lainnya melonjak naik. Kegiatan ibukota dan beberapa kota disekitarnya siang hari menjadi sangat terganggu. Masker pun menjadi best selling product of the year di Malaysia minggu tersebut.

Suasana malam hari agak lebih mendingan. Kadar kabut asap menipis, sehingga lebih banyak orang yang bisa melakukan kegiatan luar rumah. Termasuk kita, cuman bisa jalan-jalan keluar selesai maghrib 😛

Pemerintah Malaysia sejauh itu telah mengambil langkah-langkah efektif untuk mengatasi masalah ini. Mulai dari imbauan, bagi-bagi masker, meliburkan lebih dari 700 sekolah dan mengirim beberapa pejabat negara untuk melakukan diskusi diplomatik dengan pejabat negara asal asap tersebut. Yup, negara kita ini. Sampai dengan Selasa (9/8/2005) dilaporkan sekitar lebih dari 300 titik api muncul di daerah Sumatra. Belum lagi yang di Kalimantan.

Satu yang sempat menarik perhatian adalah ajakan untuk melakukan sholat hajat bersama selesai sholat Jum’at (12/8/2005). Juga seruan untuk sholat Istisqo’ pada hari kamis. Kalo ga salah di TV1. Perdana Menteri juga menyerukan kepada penganut agama yang lain untuk berdoa di tempat peribadatannya masing-masing pada hari Jum’at. Hari Jum’at, training selesai lebih awal. Selain pesertanya harus sholat Jum’at, John Hurley (trainer kita) juga mo berangkat liburan weekend ke Langkawi. Dari Mid Valler, saya ber-7 naik komuter ke KL Railway Station. Jalan kaki sedikit ke Masjid Negara (National Mosque). Kabut asap masih meyelimuti KL hari itu. Dan sukseslah saya terbatuk-batuk selama di luar komuter. Walo dah nutup muka ala ninja pake bandana, asap masih tembus juga. Belum lagi mata perih. Lantai masjid yang dingin hari itu seakan tak kuasa untuk mencegah suasana gerah yang timbul karena kabut asap.

Isi khutbah kurang lebih mengajak para jamaah untuk introspeksi. Sebagai contoh bahwa musibah “jerebu” yang sedang melanda negara tersebut adalah ulah segelintir dari mereka yang terlalu rakus sehingga melakukan segala cara untuk meraih untung tanpa memperdulikan yang lain. Sementara buletin Jum’at membahas tentang bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Selesai sholat Jum’at, Imam Masjid langsung mengajak untuk sholat Hajat. Sepengamatan saya, lebih dari 90% jamaah mengkutinya. Sisanya khusyuk melakukan dzikir selesai sholat. Dan beberapa saja yang meninggalkan masjid.

Selesai sholat hajat, kita berencana mau melihat-lihat obyek-obyek wisata yang berada disekitar Masjid. Saya, Abim dan Eddy kebetulan keluar dulu ke pelataran masjid. Abim dan Eddy dengan ransel di punggung serta masker menutup muka dah kaya pasukan pembasmi hama saja deh. Begitu kita membalikkan badan ke arah masjid untuk menunggu yang lain, mukjizat itu terjadi.

Angin kencang bertiup di pelataran masjid yang mulai sepi tersebut. Menerbangkan rontokan dedadunan dari pepohonan di sekitar masjid. Semenjak datang ke KL, nyaris ngga ada angin yang bertiup, apa lagi sekencang itu. Tidak hanya itu, kabut asap yang menyelimuti KL sejak 5 hari seakan ikut diterbangkan oleh angin tersebut. Allaahu Akbar. Alloh Maha Besar. Do’a mereka yang melakukan sholat hajat beberapa menit yang lalu langsung terjawab. Kita bertiga, ditambah Sigit yang menyusul ke pelataran masjid cuman bisa takbir serta takjub dengan keadaan saat itu. Matahari kembali nampak sebagaimana mestinya dan disambut dengan gembira oleh orang-orang.

Sigit sempat berkelakar,
“Sungguh doa orang-orang di negara ini masih didengar oleh Alloh. Bagaimana dengan doa di negara kita?”

Abim langsung nyeletuk,
“Orang-orang kita mesti ngelihat diri dulu, Bos. Kalo mau doanya didengar ama Yang Di Atas, yang doa mesti bener dulu dong. Masa doa minta macem-macem tapi korupsi masih dijalanin. Boro-boro didenger, adanya malah dicoba mulu”

Kita ber-7 (minus Karnoto yang masih belom keliahatan) cuman bisa tertawa getir.

Hari Sabtu hujan mengguyur KL. Sholat Istisqo’ pun dikabulkan Alloh. Allaahu Akbar. Subhannallah.

Back Online

Finally …
Setelah ngilang kurang lebih 11 hari ke Kuala Lumpur, akhirnya bisa balik juga ke Jakarta. Kata teman-teman satu perjalanan, akhirnya kita back to the real life setelah hampir dua minggu dimanja dengan kenyamanan public infrastructure di negeri jiran. Kejutan pertama di Jakarta adalah … mati lampu yang melanda sebagain besar Jakarta dan nyaris melumpuhkan kebanyakan aktivitas ibukota. What a shame …

Lebih kocaknya lagi, ternyata massive blackout tersebut melanda jawa-bali ga cuman Jakarta saja. Pheww … Untung data center ga ada masalah, begitu juga listrik kantor. Yang jelas sih jalanan jadi kacau karena traffic light pada tewas. Traffic light berfungsi normal aja keadaan kaya gitu, apa lagi kalo mati serentak satu Jakarta. Bayangin sendiri deh.

By the way, walaupun telat tapi saya turut mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-60 lepas dari penjajahan Belanda. Mari kita bangun negeri ini, paling tidak supaya bisa mengejar negeri tetangga (kayanya “saingan” kita saat ini cuman Laos, Kamboja, Vietnam ajah deh di ASEAN), dan bersihkan negara kita ini dari tikus dan rayap.

Bakso Kota Cak Man

Kalo maen ke Malang, ga lengkap rasanya kalo belum menikmati Bakso Kota Cak Man yg ada di Jl. Ciliwung.

Dijamin deh satu porsi ga cukup

posted using MMS2Blogger – kidy

tes mms-2-blogger

ngumpul di gramedia

posted using MMS2Blogger – kidy

Tight Schedule

Hueeeee, schedule minggu ini sampe tengah bulan Agustus padet banget. Mulai rutinitas kerjaan, kampus, trening dll. Aih, ga tau apa yang mo ditulis di blog. Ya udah lah ini ajah dulu sementara 🙂

New Digicam

Di antara 3 pilihan compact digicam 5MP, Canon Powershot A95, Canon Digital IXUS 50 dan Panasonic Lumix DMC-FX8, akhirnya hari ini beli IXUS 50 deh. Kebetulan dpt harga miring di FKI/ICS 2005 di JCC. Masiy save banyak dibanding Mangga dua atau Ambasador 🙂

posted using MMS2Blogger – kidy

Surat Untuk Bangsa Inggris

Saya kirim surat ini kepada rakyat Inggris, khususnya penduduk kota London.

Selama selang waktu beberapa jam, saat terjadinya beberapa ledakan bom di London, anda bisa rasakan sendiri menjalani hidup melewati saat-saat keputusasaan, kegelisahan dan tercekam horor. Pada saat-saat itu anda kehilangan sanak keluarga atau teman, dan kami berharap untuk mengatakan kepada anda,sejujur-jujurnya, bahwa kami juga ikut berduka ketika jiwa manusia tercabut, tewas jadi korban. Saya tidak bisa mengatakan kepada anda bagaimana derita kami saat kami menyaksikan keputus asaan dan kesakitan yang tergambar di wajah orang lain. Selama kami menjalani hidup melewati sutuasi seperti ini – dan akan terus menjalaninya setiap hari – sejak negara anda dan amerika membentuk persekutuan dan menjalankan rencana untuk memerangi Irak…..

Perdana Mentari negara anda, Tony Blair, mengatakan bahwa para pelaku peledakan bom London, melakukannya atas nama Islam. Menteri Luar Negeri amerika, Condoleezza Rice, menggambarkan pelaku pengeboman sebagai tindakan barbar. Dewan Keamanan PBB langsung mengadakan rapat dan mengutuk secara bersama atas kejadian itu.

Saya tergoda untuk bertanya kepada anda semua, rakyat inggris yang bebas, ijinkan saya meminta penjelasan :
Atas nama siapa negara kami diblokade/embargo selama 12 tahun?
Atas nama siapa kota-kota kami dibom dgn senjata-senjata yang terlarang secara internasional?
Atas nama siapa tentara inggris menyiksa rakyat Irak dan membunuh mereka?

Apakah atas nama Inggris?
Atau atas nama agama anda?
Atau atas nama kemanusiaan?
Atau kebebasan?
Atau demokrasi?

Apa sebutan untuk orang-orang yang membantai dan membunuh lebih dari dua juta anak-anak Irak? Apa sebutan untuk orang-orang yang menyebabkan tanah dan air kami terpolusi ‘depleted uranium’ dan zat-zat mematikan lainnya?

Bagaimana komentar anda tentang apa yang terjadi di penjara-penjara di Irak – di Abu Ghraib, Camp Bucca dan sejumlah kamp penjara lainnya? Apa sebutan untuk orang-orang yang menyiksa pria, wanita dan anak-anak tak berdosa? Apa sebutan untuk orang yang mengikatkan bom ke tubuh seorang tahanan dan kemudian meledakkannya menjadi serpihan-serpihan? Bagaimana komentar anda tentang penyempurnaan metode penyiksaan untuk tahanan Irak – seperti merenggut paksa tungkai/lengan, mencongkel mata sampai keluar, menyundut kulit dengan rokok menyala, membakar rambut dengan pemantik api? Apakah kata-kata ‘barbar’ cocok untuk menggambarkan kelakuan para tentara anda di Irak?

Bolehkah kami bertanya, mengapa Dewan Keamanan PBB tidak mengutuk pembantaian rakyat tak berdosa di al-Amiriyah dan apa yang terjadi di al-Fallujah, Tal’afar, Sadr City, dan an-Najaf? Mengapa seluruh dunia hanya menyaksikan saja saat rakyat kami dibunuh dan disiksa dan tanpa ada yang mengutuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan terhadap kami? Apakah karena anda semua manusia sedangkan kami jenis lain yang lebih rendah? Apakah anda pikir hanya anda saja yang bisa merasakan sakit dan kami tidak? Pada Kenyataannya, kamilah yang paling bisa merasakan bagaimana beratnya skala kesakitan dari seorang ibu yang kehilangan anaknya, atau seorang ayah yang kehilangan keluarganya. Kami sangat tahu dan merasakan bagaimana sakitnya kehilangan seseorang yang sangat dicintai.

Anda tidak pernah kenal para suhada kami, tapi kami mengenal mereka dengan baik. Anda tidak mengingat mereka, tetapi kami senantiasa akan mengingat mereka terus. Anda tidak menangisi kepergian mereka, tetapi kami sangat menangisi mereka.

Apakah anda pernah mendengar nama seorang gadis kecil , Hannan Salih Matrud?
Atau seorang anak laki-laki bernama Ahmad Jabir Karim? Atau Sa’id Shabram?

Ya, rakyat kami yang tewas mempunyai nama juga. Mereka mempunyai wajah-wajah dan cerita dan memori. Ada saatnya ketika mereka masih bersama kami, tertawa dan bermain bersama. Mereka mempunyai impian, seperti anda punya impian. Mereka mempunyai masa depan yang menunggu. Tapi sekarang mereka tertidur tanpa mempunyai hari esok yang kan membangunkan mereka.

Kami tidak membenci bangsa inggris atau bangsa-bangsa lain di dunia ini. Peperangan ini ditujukan atas kami, maka kami saat ini berjuang untuk mempertahankan diri kami. Karena kami ingin hidup di tanah air kami sendiri – tanah berdaulat kami, Irak – dan menjalani hidup sesuai dengan yang kami inginkan, bukan yang pemerintah anda dan pemerintah amerika inginkan.

Biarkan para keluarga korban yang terbunuh mengetahui bahwa tanggung jawab insiden pemboman London kamis pagi itu tertumpu di pundak Tony Blair dan politik luar negerinya. Hentikan peperangan terhadap bangsa kami! Hentikan pembunuhan yang dilakukan oleh para tentara anda yang dilakukan tiap hari itu! Akhiri penjajahan anda terhadap tanah kami!

Baghdad, 9 Juli, 2005.
Iman Al-Saadun