SMS Spam

Dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Spam

Spam yang bisa juga berbentuk junk mail adalah penyalahgunaan dalam pengiriman berita elektronik untuk menampilkan berita iklan dan keperluan lainnya yang mengakibatkan ketidaknyamanan bagi para pengguna situs web. Bentuk berita spam yang umum dikenal meliputi: spam surat elektronik, spam pesan instan, spam Usenet newsgroup, spam mesin pencari informasi web (web search engine spam), spam blog, spam berita pada telepon genggam, spam forum Internet, dan lain lain

Nah, SMS spam ini jauh lebih nyebelin dibandikan SMS Penipuan seperti pada postingan saya sebelumnya. Ya karena SMS spam ini datang bertubi-tubi tanpa diminta dan dan ga saya kehendaki sama sekali.

Saya ini orang yang cukup berhati-hati ngasih nomor ponsel bahkan kartu nama sekalipun. Bete banget kok tahu-tahu jadi sasaran spam yang banyakan iklan kredit tanpa agunan. Nah, dapat nomor telpon dari mana mereka itu? Saya sih langsung nuduh, agen kredit!!!!

Berikut spammer menggunakan nomor Indosat

Yang ini menggunakan masking sender dan nomor XL

Dan operator GSM yang dicintai dan jadi favorit para spammer KTA ini adalah AXIS. Berikut ini sebagian tangkapan layar yang sempat saya buat.

hmm per saya nulis blog ini (jam 16.30 sore), iseng2 maenan google map

081228497081 ini ada di sekitar karet kuningan (-6.22625, 106.834)

08128044133 itu terdaftar di pondok kelapa – duren sawit tapi posisi di bintara, bekasi (-6.22842, 106.971)

Siapa pula si BUDI itu? BUDI tembok yang selalu masalah ama email itu trus maenan SMS? bah!

Lokasi si budi jelek ini seputaran jelambar dekat stasiun kereta (-6.16378, 106.79) dst dst dst

Nah kalau SMS-SMS di bawah ini memang saya kehendaki (ga juga sih). Paling ga saya secara sadar mendaftarkan diri untuk mendapatkan update informasi dari mereka. Ga kaya SMS-SMS busuk di atas itu. Paling tidak info-infonya memang bermanfaat walau ditengarai data nomor ponsel bisa juga bocor dari mereka.

Apa tindakan Tifatul Sembiring soal ini?

SMS Penipuan

Ya ya ya, banyak yang sebal dengan SMS ini.

Seperti kata Bang Napi di salah satu acara TV lokal bahwa “Kejahatan terjadi bukan hanya terjadi karena niat pelakunya, tapi juga karena adanya kesempatan”. Dan kesempatan itu datang saat para operator berlomba-lomba obral SMS gratisan antar operator dengan jumlah yang cukup banyak. Atau bahkan sangat banyak (> 1000 SMS/hari). Pheww.

Kesempatan kedua datang dengan semakin murahnya GSM HSDPA modem saat ini. Kisaran < 200rb kita dah bisa bawa pulang sebuah dongle modem. Selanjutnya tinggal kreatifitas.

1. pakai software bawaan modem tersebut untuk “blasting SMS” (walo ada limitasi maksimal banyaknya nomor tujuan sekali kirim)

2. yang advance dikit akan pakai program komputer untuk menjalankan broadcast SMS tersebut secara otomatis

Dan faktor pendukung yang cukup krusial adalah para bangsat sindikat penjual data nasabah kartu kredit. Kenapa? Karena keakuratan data (dalam hal ini nomor ponsel) di nasabah kartu kredit tadi sangat tinggi.

Hasilnya? silakan lihat tangkapan layar berikut ini. Saya kumpulkan mulai Juni 2010, sayang banyak yang sudah kehapus.

Penipuan menggunakan nomor XL

dari XL lagi

Punya Indosat

Dari Telkomsel biasanya menggunakan nomor kartuAS 0852-4xxxx, nomor daerah Kalimantan. Di CDMA sepertinya ga kalah banyak. Mohon maaf ga punya tangkatan layar dari CDMA karena saya sendiri pengguna GSM only 🙂

Tapi kalo ada yang punya n mo di share di sini sih silakan.

Intermezzo:

Orang dengan tatto goblog di jidatnya itu ternyata banyak yah. Kirim SMS ga jelas tanpa ngecek nomor tujuannya dulu. Dah gitu ngeyel pula. Seperti contoh di bawah ini:

SMS nyasar, goblog ditato #1

SMS nyasar, goblog ditato #1

SMS nyasar, goblog ditato #2

SMS nyasar, goblog ditato #2

Aneh-aneh ajah, maenan perek kok pake sakit hati karena pereknya diembat orang. Tuh nomor berhenti kirim SMS ga jelas setelah saya pisuh-pisuhin balik dan suruh ngecek nomor tujuannya.

d'oh, facepalm (from: mirror.co.uk)

Multitouch Support di Ubuntu 10.10

Ilustrasi Multi Touch dari geekyard.com

Ilustrasi Multi Touch dari geekyard.com

Ubuntu

Ubuntu

Nah ini dia. Melalui blog pribadinya  dan juga perusahaannya, Mark Shuttleworth mengumumkan bahwa dukungan akan fungsi multi-touch di Ubuntu 10.10 yang diberinama uTouch 1.0. Hal ini akan membuat Linux menjadi semakin kompetitif setelah fungsi serupa digunakan Mac OSX dan juga Windows 7.

Yang menarik juga dari berita ini, Mark menyebutkan bahwa tim Ubuntu telah menciptakan “bahasa” sendiri untuk keperluan multi-touch ini. Hasilnya diharapkan akan menjadi standar baru aplikasi berbasiskan gesture multi-touch di dunia Linux khususnya.

Our multi-touch team has worked closely with the Linux kernel and X.org communities to improve drivers, add support for missing features, and participate in the touch advances being made in open source world. To complete the stack, we’ve created an open source gesture recognition engine and defined a gesture API that provides a means for applications to obtain and use gesture events from the uTouch gesture engine.

API di atas saat ini sudah dirilis di Launchpad dengan mengadopsi lisensi GPLv3 dan LGPLv3.

Dengan hadirnya uTouch di Maverick Meerkat (codename Ubuntu 10.10), maka penetrasi Linux di pasar desktop maupun mobile device diharapkan akan semakin meningkat. Fakta saat ini menunjukkan bahwa kemampuan multi-touch khususnya di mobile device adalah sesuatu yang sangat mutlak. Di desktop sendiri yang saya tahu Mac yang mempelopori penggunaannya (cmiiw, i’m fully using Mac for the last 5 years, dont know much anymore about PC news)

Jadi, multitouch itu sebenarnya apaan sih?
Detil mengenai multitouch mulai sejarah awal hingga perkembangannya sampai saat ini dapat dibaca di Wiki::Multi-Touch. Namun secara garis besar bisa saya katakan bahwa multi-touch itu adalah

sebuah enhancement dari teknologi layar sentuh (touch screen) saat ini. Teknologi ini akan memungkinkan pengguna untuk menggunakan 1 jari atau lebih pada saat bersamaan untuk menyentuh layar yang akan membuatnya menjalankan fungsi yang berbeda. Tergantung kombinasi jari yang digunakan serta gerakan jarinya.

Masih ga jelas?

Contoh yang paling banyak dikenal orang pengenai penerapan multi-touch ini adalah saat Apple meluncurkan iPhone, iPod Touch dan juga memperbaiki jajaran trackpad MacBook Pro (khususnya yang unibody) dengan kemampuan ini. Terakhir adalah Apple Magic Mouse dan Magic TrackPad. Dengan perangkat-perangkat Apple tadi (katakanlah contohnya iPhone), kamu bisa menggunakan jari 2 jari dan gerakan mencubit untuk mengecilkan (zoom-out) gambar. Gerakan sebaliknya akan membersarkan gambar (zoom-in). Ponsel-ponsel Android sendiri kini juga  dilengkapi dengan kemampuan multi-touch ini di Android 2.0/2.1 (di versi sebelumnya juga udah ada sih, cumah didisable di level kernelnya).

Di MacBook Pro, gerakan 4 jari digeserkan serentak ke atas akan menyingkirkan semua window aktif dari layar Anda. Gerakan sebaliknya (4 jari geser ke bawah) akan mengembalikan semua window aplikasi yang tadi “tersingkir” kembali ke posisi semula.

Nah keren kan? We’ll see the next enhancements from Linux-Open Source World.

2000km – Finally Jakarta

31-07-2010

Selepas dari Pondok Daun, mampir sebentar ke kantor PLN dekat rumah Didut untuk menemui seorang blogger AngingMammiri yang terdampar di Semarang sekian lama 😛 Dan Didut selalu kelupaan untuk kontak beliau yang satu ini tiap kali kopdar, walo kopdarnya ada di samping PLN tersebut 😛

Abis ngedrop Didut dan Neng Ocha di rumah masing-masing, kami meneruskan perjalanan kembali ke Jakarta. Hari dah memasuki tanggal 1 Agustus 2010. Beberapa jam ke depan kampung gajah akan melaksanakan hajatan perkawinan Jeng Ina – Mahen di Malang. Sedih juga ga bisa ikutan.

Sampai Indramayu sekitar jam 5 pagi saya sudah ga kuat. Mata ini udah ga bisa diajak kompromi. Berhenti di SPBU untuk isi bbm, guyur kepala dan stretching juga ga ngefek. Akhirnya minta bantua Rara untuk gantian nyetir deh. Giliran saya yang tidur di mobil. Indramayu kan jalannya lurus-lurus ajah ampe bosen (cikampek maksudnya). Jadi ga butuh navigator yang standby juga aman :).

Sekitar satu jam saya kebangun, Rara dah ngeluh kalo dia dah mo giveup juga. Ya udah gantian, saya nyetir lagi sampai Bintaro.

Rekap hasil perjalanan yang menempuh nyaris 2000km ini antara lain:

1. Bemper belakang Rush bagian kanan penyok

Penyok

Penyok

2. Sendal Camel yang udah menemani saya selama 3 tahun terakhir sampai pada masa pengabdiannya. Solnya dah sobek dan mengelupas, bagian tumit juga mengelupas dan tipis. Ga ada empuk2nya lagi sampai bikin sakit tumit saya kambuh lagi. Ancur deh. Tapi bagaimanapun, sendal ini mantap banget. Beli di Sungei Wang – KL waktu traveling ke sana ma Decy dan nyaris ga pernah ketinggalan dipakai kalo lagi traveling kemana-mana.

Sendal Onta

Sendal Onta

Mengelupas

Mengelupas

Menganga

Menganga

Menganga lagi

Pokok mengelupas n menganga depan belakang kiri kanan deh

Oh iya, saya sendiri nyampe, makan, tidur dan bangun besok paginya. Lanjut ngantor lagi.

Phew …. what a journey

2000km – Semarang

31-07-2010

Ini transit terakhir perjalanan kembali ke barat dari rangkaian posting 2000km. Melelahkan. Itu emang ga bisa dipungkiri dan tubuh ini sudah menunjukkan tanda-tanda batas kekuatannya. Serangan pertama adalah mengantuk. Di jalan Pati-Kudus-Semarang sempat break sebentar di sebuah SPBU untuk sekedar isi bensin dan makan roti dan ke toilet. Sementara Rara ke toilet, saya yg niatnya ngelurusin punggung doang di ubin putih nan adem dan nyaman malah kesirep. Ketiduran entah berapa lama 😛

Giliran saya ke toilet diputuskan sekalian mandi saja. Toilet super bersih, terang dan luas kaya gini ga akan ditemukan deh di Jakarta. Airnya ga sesegar di Malang pa lagi di Magetan tapi it’s more than enough. Terakhir mandi sebelum kopdar Malang soale 😛

Masuk Semarang sesuai perhitungan sekitar jam 12an. Tujuannya adalah Rumah Neng Ocha yang letaknya dekat Undip Tembalang. Karena ga memperhatikan jalan, akhirnya kami kelewat pintu tol  yang disarankan. Mungkin insting hehehehe jadi kami terus-terus ajah nyusurin kaligawe trus lho kok Raden Patah (lebaran kemarin sempat narsis poto-poto di sini), Jalan Pemuda nah sampai ketemu lagi dengan Tugu Muda dan Lawang Sewu. (Tahun kemarin sempat “nyasar” dari sini, tapi nyasar di Semarang itu enak karena tata kotanya membantu finding way out easily :P)

Ini beberapa foto yang sempat kami ambil waktu roadtrip kembali ke Jakarta setelah mudik lebarang 2009 lalu. Lokasi seputaran Raden Patah dan Lawang Sewu 🙂

Kota Tua

Rara di Kota Tua

Me at The Old Town

Bukan gaya, pas lagi mbetulin kacamata eh dijepret Rara. Lho kok berima?

Rara at Lawang Sewu

Rara di Lawang Sewu

Semarang gerah

Semarang gerah

Untuk mencegah nyasar Semarang part-2, si Rara telpon-telponan dengan Neng Ocha yang memandu kita dengan Selamat sampai Undip. Wow, Neng Ocha ini ternyata juragan kos lho sodara-sodara. Mantap. Masih muda dah jadi pengusaha. Ga kebayang deh masih kuliah, harus sambil ngurus  *keinget si Rendy jadinya*.

FYI, she’s taken, jadi kalian silakan gigit-gigit pintu ajah wek.

Sampai rumah Neng Ocha beneran deh saya langsung nggletak tidur. Sementara ibu-ibu (Neng Ocha + Rara) sepertinya asyik menggosip dan ketawa-ketawa ria 😛

Selepas maghrib kita Neng Ocha, Rara dan saya mulai bergerak menjemput Didut dan pasangan (^_^) terus lanjut kopdar dengan blogger-blogger loenpia di Pondok Daun. Pas lapar pas kopdar di tempat makan, pas deh semuanya. Sampe sana sih sempat bingung mesti nyobain apa ajah saking banyaknya menu. Yang jelas mo kalap otak-otak tapi cuman kebagian 20 bungkus sharing.

Next time ke Semarang mesti konsentrasi wisata kuliner yang baik dan benar nih ^_^.

Thanks to Loenpia!

Makanan

Kuahnya agak terlalu manis kaya tongseng solo. Ini apa yah namanya?

Didut

Didut dah gede masih ngempeng ^_^

Munif

Munif ngeliatin Didut ngempeng

Stella

Stella yang Metal!!!

Nining

Nining konsentrasi ngaduk2 mie pangsitnya

Afiq & Mizan

Afiq & Mizan serius memperhatikan kali ajah mie yg diaduk Nining jadi steak

Het Lotob

Het Lotob

Foto Keluarga

Foto Keluarga & Tragedi Slam *perhatikan wajahnya sodara-sodara*

2000km – Pantura

30-07-2010

Sabtu Jam 2 pagi, saya dan Rara berangkat meninggalkan Malang. Sedih sih rasanya, ketemu adik-adik dan orang tua cuman beberapa jam tapi kemudian dah harus balik lagi meninggalkan mereka. Tujuan berikutnya adalah menyusur pantura menuju Semarang.

Perjalanan Malang – Semarang ini menurut Google Map akan menempuh waktu 7 – 7.5 jam tergantung rute. Hitungan-hitungan saya dengan menambahkan variabel pitstop meluruskan badan dan sarapan, saya akan masuk Semarang setelah 8-9 jam perjalanan. Rute yang diambil adalah via Tol Gresik – Lamongan – Tuban – Kragan – Rembang terus sampai Semarang.

Google Map Malang - Semarang

Google Map Malang - Semarang

Malang sampai keluar Gresik sangat-sangat lancar. Memasuki Lamongan, perjalanan mulai melambat. Hal ini dikarenakan banyak jalur utama di Lamongan yang sedang diperbaiki secara besar-besaran. Sehingga hanya satu lajur saja yang bisa digunakan.

Kami memasuki Tuban selepas subuh langsung disambut aroma laut yang khas. Saya langsung membangunkan navigator yang asik tidur kelelahan karena roadtrip ini. Langsung heboh deh dengan pemandangan pantai yang emang keren sekali. Langit biru, laut biru dipadu dengan daerah seberangnya yang hijau. Sungguh menentramkan.

Foto-foto di bawah ini diambil oleh Rara yang mendadak segar kembali setelah lihat laut (setelah itu sih balik molor)

Gerbang Batas Propinsi Jawa Timur

Gerbang Batas Propinsi Jawa Timur - Jawa Tengah

Sawah hijau di seberang laut

Sawah hijau di seberang laut

Laut Biru Langit Biru

Laut Biru Langit Biru

Nah rute Tuban – Rembang ini teman-teman kita adalah truk dengan berbagai ukuran dan berbagai macam muatan. Kembali berusuran dengan ikan paus dan kuda nil (istilah saya untuk kendaraan besar yang udah ngabisin jalan, atau kalo ga jalan super lemot tapi selalu ambil kanan). Belum lagi dengan angkutan seperti foto di bawah ini mereka ugal-ugalan maen salip. Ngeri sendiri.

Excess Bagage

Excess Bagage

Race of the Titans

Race of the Titans

Sungguh deh, kalo kamu sempat melewati jalur pantura antara Tuban – Rembang saya saranin banget n banget untuk pilih waktu yang pas. Idealnya sih abis subuh langsung menyusuri rute ini. Kamu ga akan kecewa dengan pemandangan yang menghiasi sepanjang perjalanan. Pa lagi jam segitu buat yang hobi motret masih dapat golden light.

Pemandangan Tuban - Rembang

Pemandangan Tuban - Rembang

Sempatkan berhenti di berbagai spot dan siapin tripod kalo perlu.

Karena ga bisa menahan godaan untuk menikmati keindahan pemandangan walau hanya sebentar, kami akhirnya memutuskan untuk berhenti sejenak. Sekalian memberi waktu si Rush hitam untuk istirahat juga :). Berikut ini foto-foto yang sempat saya ambil pake ixus 870. Ga sempat keluarin D90 karena terkubur bersama barang-barang lain di bagasi.

Rara yang puas motret-motret dengan D40nya.

Pemandangan Pantura

Pemandangan Pantura

Pemandangan Pantura

Pemandangan Pantura

Pemandangan Pantura

Parkiran perahu 🙂

2000km – Malang

29-07-2010

Kamis malam jam 10 berangkat dari Magetan. Rutenya dari dusun Babadan ngikutin jalan ke arah Gorang Gareng (ya namanya unik) – Takeran. Buset ini jalan lempeng lurussss tapi juga sueeepiiii. Kiri kanan cuman ada sawah ma kebon tebu saja. Tapi setelah sekitar 30 menit tahu-tahu dah menyusuri tanggul bengawan  di Madiun. Keluar Madiun masuk jalur tengah jawa timur yang menghubungkan Madiun – Nganjuk – Jombang – Mojokerto.

Jalur ini termasuk death route. Karena kecil, isinya banyakan bus dan truk. Bus dengan nyetir ala game GTA, truk dengan speed saingan ma bekicot. Dan akhirnya meninggalkan kita yang pakai kendaraan pribadi sebagai kasta terakhir. And I told you, being reckless here is  suicide. Karena kepingin buru-buru lepas dari jalur ini saya nyaris ajah kecelakaan. Posisi mobil sudah terjepit ditengah, di kiri ada truk super lemot segede paus yg ngabisin sisi kanan lajur, dari depan ada truk bagong yang sedang speeding. Cuman bisa ngerem habis berharap truk lemot sebelah kiri segera berlalu supaya bisa ambil ruang di belakangnya. But it never happened. Akhirnya truk dari depan sedikit banting kiri untuk menghindari impact tepat pada saat ekor truk lemot di sisi kiri saya berlalu.

Phew ….

30-07-2010

Sampai Singosari – Malang jam 2 pagi lebih dikit disambut Budi yang langsung balik ke Malang setelah pemakaman nenek sebelumnya.

Karena ragu-ragu mo beli makan apa ga semenjak dari Lawang, akhirnya saya malah ga nemu warung lagi yang masih buka sampai rumah. Blah 😛 Ya udah, nyampai langsung tidur deh.

Acara pagi mestinya mo ngantar Budi n Didik survey ke dealer-dealer motor. Yah kebetulan saya ada rejeki, jadi mo beliin (baca: kriditin) 2 adik cowok saya ini sebuah motor. Cuman karena sesuatu hal ga jadi, mereka malah asyik maen PS sementara saya dan Rara ke kota untuk kopdar dengan teman-teman dari BloggerNgalam, milis id-gmail yg juga hybrid  di id-anime.

Saya lebih konsen makan dan minum, sementara Rara aktif berdikusi dengan teman-teman blogger. Luwe rek …

Kopdar Malang di Cafe Illy

Kopdar Malang di Cafe Illy, fasilitator sandynata.wordpress.com

Kopdar Malang di Cafe Illy

Kopdar Malang di Cafe Illy, fasilitator sandynata.wordpress.com

Selepas kopdar menyempatkan diri dulu bungkus 8 porsi (yup, 8 porsi) bakso “Solo” yang ada di blimbing. Orang rumah pada mo bakso soale. Kemudian mampir ke Riverside untuk ketemu dengan Jeng Dian Ina yang Minggu tanggal 1 nya akan melangsungkan pernikahan dengan denmas Purwa Mahendra 🙂 Ngobrol ma Jeng Ina itu emang ga ada abisnya. Hehehehehe, dah lewat jam 10 ajah padahal jam 2 pagi nanti dah harus roadtrip lagi balik ke Jakarta.

Biyuh, minggu yang melelahkan dan banyak kenangan.